areadewasa
Love & Relationship
Dahsyatnya Kekuatan Cinta
Admin | 05 Maret 2013 18:00 wib
Di dalam cerita-cerita dongeng, selalu dikisahkan bahwa cinta memiliki kekuatan yang begitu besar, hingga mampu mengalahkan segalanya. Yup, memang benar. Kekuatan cinta memang cukup besar untuk menurunkan tekanan darah tinggi, mengurangi depresi dan mempercepat penyembuhan luka.
 
Berikut beberapa penelitian yang membuktikan besarnya kekuatan cinta:
 
1.  Penelitian Ohio State University pada 2005 mengungkapkan, energi dan diskusi tentang hal-hal positif selama 30 menit di antara pasangan, mempercepat kemampuan tubuh mereka untuk sembuh dari luka-luka fisik maupun psikis. Jadi disimpulkan, pernikahan atau hubungan asmara yang bahagia dan memiliki komunikasi yang efektif juga mempercepat penyembuhan luka.
 
2.  “Mereka yang sering mengeluarkan emosi positif seperti bahagia, senang dan rileks lebih tahan terhadap penyakit flu dibandingkan orang yang selalu cemas, bermusuhan dan depresi,” ujar peneliti Carnegie Mellon University di Pittsburgh berdasarkan dari hasil penelitiannya.
 
3.   Berdasarkan penelitian dari University of North Carolina, ekspresi cinta, seperti berpegangan tangan atau berpelukan akan melepaskan hormon oksitosin yang menurunkan tingkat hormon stres dalam tubuh, mengurangi tekanan darah tinggi, meningkatkan mood dan ketahanan terhadap rasa sakit.
 
4.   Seperti dikutip times of india dari Washington Post, seorang peneliti dari Brigham Young University, Julianne Holt-Lunstad mengatakan, “Hubungan asmara membantu kita mengatasi stres. Jadi jika kita punya seseorang untuk berbagi dukungan dan saran, bisa menekan efek dari stress.”

Hasil penelitian yang dilakukan Julianne menemukan bahwa, hubungan asmara yang romantis bisa menambah makna dan tujuan hidup, dan hal tersebut diinterpretasikan lewat beberapa tindakan. Seseorang akan lebih merawat dirinya dengan baik dan lebih sedikit mengambil risiko yang berbahaya dalam hidupnya.
 
5.  Sebuah penelitian lain yang dilakukan Arthur Aron, yaitu psikolog sosial dari Stony Brook University di New York, memperkuat hasil penelitian Julianne. Arthur melakukan scan pada otak manusia dengan berbagai tingkatakan hubungan asmara. Mulai dari pasangan yang baru berpacaran, sudah lama berpacaran dan baru saja ditolak cintanya. Dari deteksi tersebut, perasaan cinta memicu sistem dopamine, yaitu zat kimia yang memengaruhi rasa kenikmatan dan motivasi pada otak.
Nah, percayakah ADers pada besarnya kekuatan cinta? Smile

Klik untuk Pasang Iklan Disini!
Toko Mainan Anak
TokoMainanBaru.com menjual berbagai jenis mainan anak baik untuk cowok maupun cewek segala umur. Kami menerima pesanan dari seluruh Indonesia. Dapatkan berbagai mainan dengan harga terjangkau.
Login untuk memberi komentar
There are 1 comment(s) for this Article

No photo
Verta Luciana
Sangat percaya.. (з´⌣`ε)
Sabtu, 29 Juni 2013 12:46:06 wib

Related articles